TRAINING TRANSPOTRTATION SAFETY MANAGEMENT SYSTEM
- May 28, 2024
- Paring Sarwono
- Administrasi, HSE, Industri, Logistic, Management, Sertifikasi, Teknologi, Transportasi
- No Comments
PELATIHAN TRANSPOTRTATION SAFETY MANAGEMENT SYSTEM
DESKRIPSI PELATIHAN TRANSPOTRTATION SAFETY MANAGEMENT SYSTEM
Pelatihan dalam Transportation Safety Management System (TSMS) memiliki peran krusial dalam memastikan keselamatan dan efisiensi dalam operasi transportasi. Dalam pelatihan ini, para profesional dan pekerja di sektor transportasi dibekali dengan pengetahuan mendalam tentang standar keselamatan, prosedur operasional, identifikasi risiko, dan tindakan mitigasi. Hal ini tidak hanya melindungi nyawa penumpang dan personel, tetapi juga mengurangi potensi kerugian finansial akibat kecelakaan atau insiden. Melalui pelatihan TSMS, kesadaran akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi keselamatan meningkat, menciptakan lingkungan yang lebih aman, efisien, dan dapat diandalkan dalam sistem transportasi.

TUJUAN PELATIHAN TRANSPOTRTATION SAFETY MANAGEMENT SYSTEM
- Meningkatkan Kesadaran Keselamatan: Mengedukasi peserta mengenai risiko potensial dan bahaya dalam operasi transportasi, serta pentingnya mengidentifikasi dan mengatasi risiko tersebut.
- Mengurangi Kecelakaan dan Insiden: Memberikan pengetahuan tentang metode identifikasi risiko, evaluasi potensi bahaya, dan penerapan tindakan pencegahan untuk mengurangi insiden dan kecelakaan.
- Meningkatkan Kepatuhan Regulasi: Memastikan para profesional transportasi memahami dan mematuhi regulasi keselamatan yang berlaku, sehingga mengurangi risiko pelanggaran dan konsekuensinya.
- Meningkatkan Keterampilan Manajemen Krisis: Mengajarkan strategi manajemen dalam menghadapi situasi darurat atau insiden, serta merencanakan respons yang efektif untuk meminimalkan dampak negatif.
- Meningkatkan Efisiensi Operasional: Dengan menerapkan praktik keselamatan, pelatihan TSMS membantu meningkatkan efisiensi dan kehandalan operasi transportasi, mengurangi gangguan yang disebabkan oleh insiden atau kecelakaan.
- Meningkatkan Keterlibatan Karyawan: Memberikan pemahaman kepada karyawan mengenai pentingnya peran mereka dalam menjaga keselamatan, mendorong partisipasi aktif dalam penerapan kebijakan keselamatan.
- Meningkatkan Reputasi dan Kepercayaan Pelanggan: Dengan menunjukkan komitmen terhadap keselamatan, perusahaan transportasi dapat membangun reputasi yang lebih baik dan mendapatkan kepercayaan pelanggan yang lebih tinggi.
- Mengurangi Biaya dan Kerugian: Dengan menghindari insiden atau kecelakaan, pelatihan TSMS membantu mengurangi biaya yang terkait dengan kerusakan properti, ganti rugi, dan penurunan produktivitas.
LIST MATERI PELATIHAN TRANSPOTRTATION SAFETY MANAGEMENT SYSTEM
- Pengenalan Transportation Safety Management System (TSMS): Konsep dasar TSMS, tujuan, manfaat, dan peran dalam meningkatkan keselamatan operasi transportasi.
- Regulasi Keselamatan dalam Transportasi: Penjelasan mengenai regulasi nasional dan internasional yang berlaku dalam industri transportasi, seperti aturan keselamatan penerbangan, standar keselamatan jalan raya, dan lainnya.
- Identifikasi Risiko dan Bahaya: Metode untuk mengidentifikasi potensi risiko dan bahaya dalam operasi transportasi, termasuk analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan analisis penyebab-akibat.
- Manajemen Risiko: Konsep dasar manajemen risiko, penilaian risiko, mitigasi risiko, dan pengembangan rencana tindakan dalam menghadapi risiko yang teridentifikasi.
- Kebijakan Keselamatan Transportasi: Pembahasan mengenai pembuatan, implementasi, dan pemantauan kebijakan keselamatan yang mengatur seluruh aspek operasi transportasi.
- Pelatihan Karyawan: Strategi untuk memberikan pelatihan keselamatan kepada karyawan, termasuk cara mengembangkan modul pelatihan, simulasi kecelakaan, dan pengukuran efektivitas pelatihan.
- Manajemen Krisis dan Tanggap Darurat: Rencana dan tindakan dalam menghadapi situasi darurat atau insiden yang dapat terjadi dalam operasi transportasi, termasuk komunikasi yang efektif dan koordinasi.
- Investigasi Insiden: Metode penyelidikan insiden dan kecelakaan, termasuk pengumpulan data, analisis penyebab, dan pembuatan laporan investigasi.
- Kinerja dan Pengukuran Keselamatan: Indikator kinerja keselamatan, metrik pengukuran, serta cara melacak dan menganalisis tren keselamatan dalam jangka waktu tertentu.
- Kultur Keselamatan: Pentingnya menciptakan budaya keselamatan di tempat kerja, mengenali faktor-faktor penghambat, dan strategi untuk membangun kesadaran keselamatan.
- Teknologi Keselamatan: Pemanfaatan teknologi seperti sistem pemantauan, alat bantu navigasi, dan perangkat keselamatan dalam meningkatkan operasi transportasi yang aman.
- Studi Kasus: Analisis insiden nyata dan studi kasus tentang bagaimana kesalahan atau keputusan yang kurang bijak dapat mengakibatkan insiden atau kecelakaan.
PESERTA PELATIHAN TRANSPOTRTATION SAFETY MANAGEMENT SYSTEM
- Pengemudi dan Kru Transportasi: Pengemudi kendaraan bermotor, pilot, awak kapal, dan kru pesawat merupakan peserta yang harus memahami prinsip-prinsip keselamatan dalam operasi transportasi.
- Manajer dan Supervisor: Manajer operasional, supervisor, dan pimpinan perlu memiliki pemahaman mendalam tentang TSMS untuk mengembangkan kebijakan keselamatan, mengawasi pelaksanaan, dan mengambil keputusan yang mendukung keselamatan.
- Petugas Keamanan: Petugas keamanan di bandara, pelabuhan, atau stasiun kereta juga perlu mendapatkan pelatihan TSMS untuk memahami risiko potensial dan menjalankan tugas mereka dengan aman.
- Petugas Pemeliharaan: Teknisi dan petugas pemeliharaan peralatan transportasi harus mengetahui langkah-langkah keselamatan dalam melakukan perawatan dan perbaikan.
- Petugas Penanganan Darurat: Tim penanganan darurat seperti petugas pemadam kebakaran, paramedis, dan personel layanan darurat lainnya harus dilatih dalam respons cepat dan koordinasi dalam situasi krisis.
- Personel Administratif: Meskipun tidak terlibat langsung dalam operasi, personel administratif perlu memahami prinsip-prinsip keselamatan untuk mendukung pelaksanaan kebijakan dan prosedur yang tepat.
- Staf Pelatihan: Petugas pelatihan harus memiliki pengetahuan mendalam tentang TSMS agar mereka dapat merancang dan memberikan materi pelatihan yang efektif kepada peserta lain.
- Pengawas Regulasi dan Inspeksi: Individu yang bertugas dalam pengawasan dan inspeksi kepatuhan keselamatan di industri transportasi membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang TSMS untuk memastikan perusahaan dan individu mematuhi standar keselamatan yang ditetapkan.
- Pegawai Perusahaan Transportasi: Seluruh staf yang terlibat dalam operasi transportasi, termasuk pelayanan pelanggan, penerbitan tiket, dan lainnya, juga perlu memahami konsep keselamatan untuk memberikan pengalaman yang aman bagi penumpang.
Jadwal Training Tahun 2024
Jadwal Training ini masih bersifat Almost Running. Untuk kepastian jadwal pelatihan silahkan Anda menghubungi marketing training kami. Mohon untuk tidak memesan tiket dan juga akomodasi hotel terlebih dahulu sebelum ada kepastian jadwal dari tim kami. Kesalahan pemesanan tiket transportasi dan akomodasi training bukan menjadi tanggung jawab kami.
- Batch 1 : 10 – 12 Januari 2024
- Batch 2 : 7 – 9 Februari 2024
- Batch 3 : 6 – 8 Maret 2024
- Batch 4 : 4 – 6 April 2024
- Batch 5 : 2 – 4 Mei 2024
- Batch 6 : 13 – 15 Juni 2024
- Batch 7 : 4 – 6 Juli 2024
- Batch 8 : 14 – 16 Agustus 2024
- Batch 9 : 12 – 14 September 2024
- Batch 10 : 10 – 12 Oktober 2024
- Batch 11 : 7 – 9 November 2024
- Batch 12 : 5 – 7 Desember 2024
Investasi dan Lokasi pelatihan:
Training dan Pelatihan Kebijakan Keselamatan Transportasi Surabaya diselenggarakan di beberapa kota kota besar di Indonesia seperti Kota Yogyakarta (Hotel Ibis Malioboro dan Neo Tugu), Kota Surabaya (Hotel Ibis Center Surabaya dan Hotel Neo Surabaya), Kota Malang (Hotel Amaris Malang dan Hotel Neo Kota Malang), Kota DKI Jakarta (Hotel Amaris Kemang dan Hotel Neo Thamrin Jakarta), Kota Bandung (Pelaksanaan training diadakan di hotel Neo Dipatiukur dan Amaris Setiabudi), Provinsi Bali dilaksanakan di Hotel Ibis Kuta Bali dan Ibis Denpasar. Selain itu pelaksanaan juga diselenggarakan di kota-kota lain seperti Lombok, Palembang, Lampung, Batam, dan Juga Training di Kalimantan
Kisaran Investasi Training Kebijakan Keselamatan Transportasi Bali Rp 6.500.000,- an (**syarat dan ketentuan berlaku**)
Harga setiap kota akan berbeda serta semakin banyak peserta dalam 1 instansi yang sama pun, akan lebih murah. Untuk informasi lebih lanjut hubungi kami segera.
Catatan : Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
Hubungi tim marketing kami melalui WhatsApp berikut ini :
+62812-1115-1138
