TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND
- May 29, 2024
- Paring Sarwono
- Administrasi, Audit, Cyber, Database, Digital, Finance and Accounting, Industri, Logistic, Management, Software, Teknologi, Warehouse
- No Comments
PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND
PENGERTIAN PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND
Supply Chain Management (SCM) adalah proses yang mengintegrasikan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap aliran barang, informasi, dan sumber daya keuangan dari pemasok ke konsumen akhir. ISO 28000:2007, yang disertifikasi oleh TÜV Rheinland, merupakan standar internasional yang mengatur keamanan dalam manajemen rantai pasokan. Standar ini mencakup aspek identifikasi risiko dan pengendalian keamanan untuk memastikan integritas dan kelancaran aliran barang. Mengikuti SCM ISO 28000:2007 sangat penting bagi perusahaan karena membantu meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko gangguan, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi internasional. Selain itu, sertifikasi ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap praktik bisnis yang aman dan bertanggung jawab, yang dapat meningkatkan kepercayaan mitra bisnis dan pelanggan. Dengan demikian, penerapan standar ini bukan hanya mendukung keamanan dan kelancaran operasi bisnis, tetapi juga berkontribusi pada reputasi dan daya saing perusahaan di pasar global.

TUJUAN DAN MANFAAT SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND
Tujuan Supply Chain Management (SCM) ISO 28000:2007 by TÜV Rheinland
- Mengidentifikasi Risiko Keamanan: Memastikan bahwa semua potensi risiko keamanan dalam rantai pasokan teridentifikasi dan dikelola dengan baik.
- Meningkatkan Keamanan Operasional: Melindungi barang dan informasi dari ancaman dan gangguan yang dapat mengganggu aliran rantai pasokan.
- Memastikan Kepatuhan Regulasi: Mematuhi standar internasional dan peraturan hukum yang berlaku terkait keamanan rantai pasokan.
- Mengoptimalkan Proses SCM: Meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses manajemen rantai pasokan melalui praktik terbaik yang distandarisasi.
- Menunjukkan Komitmen Terhadap Keamanan: Menunjukkan kepada mitra bisnis dan pelanggan bahwa perusahaan berkomitmen terhadap keamanan dan manajemen risiko yang baik.
Manfaat Supply Chain Management (SCM) ISO 28000:2007 by TÜV Rheinland
- Pengurangan Risiko Gangguan: Mengurangi kemungkinan gangguan dalam rantai pasokan yang bisa disebabkan oleh ancaman keamanan.
- Kepercayaan Mitra Bisnis dan Pelanggan: Meningkatkan kepercayaan dari mitra bisnis dan pelanggan melalui sertifikasi yang diakui secara internasional.
- Efisiensi Operasional: Meningkatkan efisiensi dalam proses rantai pasokan, yang dapat mengurangi biaya operasional.
- Keunggulan Kompetitif: Mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar global dengan menunjukkan kepatuhan terhadap standar keamanan internasional.
- Manajemen Risiko yang Lebih Baik: Memungkinkan perusahaan untuk lebih proaktif dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko yang terkait dengan rantai pasokan.
- Kepatuhan Hukum dan Regulasi: Memastikan bahwa perusahaan mematuhi semua regulasi dan persyaratan hukum yang berlaku, menghindari potensi denda atau sanksi.
- Citra dan Reputasi Perusahaan: Meningkatkan citra dan reputasi perusahaan sebagai organisasi yang peduli terhadap keamanan dan keberlanjutan operasional.
OUTLINE MATERI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND
1: Pengantar Supply Chain Management dan ISO 28000:2007
- 1.1 Definisi dan Konsep Dasar SCM
- Pengertian SCM
- Komponen utama dalam SCM
- 1.2 Pentingnya SCM dalam Bisnis Modern
- Peran SCM dalam efisiensi operasional
- Dampak SCM terhadap kepuasan pelanggan
- 1.3 Overview ISO 28000:2007
- Latar belakang dan sejarah ISO 28000:2007
- Struktur dan elemen utama ISO 28000:2007
2: Persyaratan Sistem Manajemen Keamanan Rantai Pasokan
- 2.1 Konteks Organisasi
- Memahami konteks organisasi dalam SCM
- Analisis kebutuhan dan ekspektasi pihak berkepentingan
- 2.2 Kepemimpinan dan Komitmen
- Peran manajemen puncak dalam implementasi SCM
- Kebijakan keamanan rantai pasokan
- 2.3 Perencanaan
- Identifikasi risiko dan peluang
- Tujuan keamanan dan perencanaan untuk mencapainya
3: Pendukung dan Pengoperasian
- 3.1 Sumber Daya
- Pengelolaan sumber daya manusia dan infrastruktur
- 3.2 Kompetensi dan Pelatihan
- Persyaratan kompetensi
- Program pelatihan dan kesadaran
- 3.3 Komunikasi dan Dokumentasi
- Proses komunikasi internal dan eksternal
- Kontrol dokumentasi dan rekaman
4: Evaluasi Kinerja dan Peningkatan
- 4.1 Pemantauan, Pengukuran, Analisis, dan Evaluasi
- Metode pemantauan dan pengukuran kinerja SCM
- Teknik analisis data dan evaluasi hasil
- 4.2 Audit Internal
- Proses dan prosedur audit internal
- Pelaporan hasil audit dan tindakan perbaikan
- 4.3 Tinjauan Manajemen
- Proses tinjauan manajemen
- Pengambilan keputusan berdasarkan hasil tinjauan
5: Manajemen Risiko dan Keselamatan Rantai Pasokan
- 5.1 Identifikasi dan Penilaian Risiko
- Teknik dan metode identifikasi risiko
- Penilaian risiko dan prioritas mitigasi
- 5.2 Pengendalian dan Mitigasi Risiko
- Strategi pengendalian risiko
- Implementasi tindakan mitigasi
6: Studi Kasus dan Praktik Terbaik
- 6.1 Studi Kasus Implementasi SCM ISO 28000:2007
- Analisis studi kasus nyata
- Pembelajaran dari implementasi di berbagai industri
- 6.2 Praktik Terbaik dalam SCM
- Identifikasi dan penerapan praktik terbaik
- Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab
7: Sertifikasi dan Pemeliharaan Sistem
- 7.1 Proses Sertifikasi oleh TÜV Rheinland
- Langkah-langkah dalam proses sertifikasi
- Persiapan dan dokumentasi yang diperlukan
- 7.2 Pemeliharaan dan Perbaikan Berkelanjutan
- Strategi pemeliharaan sistem manajemen SCM
- Pendekatan perbaikan berkelanjutan
Penutupan dan Evaluasi
- Penilaian Akhir
- Ujian atau tugas akhir untuk mengevaluasi pemahaman peserta
- Sesi Penutupan
- Ringkasan dan kesimpulan
- Pemberian sertifikat partisipasi
PESERTA PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND
- Manajer Rantai Pasokan
- Bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen rantai pasokan.
- Perlu memahami standar untuk mengoptimalkan dan mengamankan proses SCM.
- Manajer Logistik
- Mengelola transportasi dan penyimpanan barang.
- Perlu pengetahuan tentang mitigasi risiko dan peningkatan keamanan logistik.
- Manajer Keamanan
- Mengawasi keamanan fisik dan digital dalam rantai pasokan.
- Harus memahami standar untuk mengidentifikasi dan mengatasi ancaman keamanan.
- Manajer Produksi
- Memastikan kelancaran produksi dengan bahan baku yang aman dan tepat waktu.
- Perlu tahu cara mengintegrasikan praktik SCM untuk meningkatkan efisiensi produksi.
- Manajer Kualitas
- Bertanggung jawab atas kontrol kualitas produk.
- Harus memahami bagaimana keamanan rantai pasokan mempengaruhi kualitas produk.
- Staf Kepatuhan (Compliance Officer)
- Memastikan perusahaan mematuhi peraturan dan standar internasional.
- Perlu pengetahuan tentang ISO 28000:2007 untuk memastikan kepatuhan.
- Staf Pengadaan (Procurement)
- Mengelola pembelian bahan baku dan komponen dari pemasok.
- Harus tahu cara mengevaluasi dan memilih pemasok yang memenuhi standar keamanan.
- Manajer Risiko
- Bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko perusahaan.
- Perlu memahami pendekatan ISO 28000:2007 untuk manajemen risiko dalam SCM.
- Konsultan SCM
- Memberikan saran dan solusi SCM kepada berbagai perusahaan.
- Harus memiliki pemahaman mendalam tentang standar ISO 28000:2007 untuk memberikan rekomendasi yang tepat.
- Tim Audit Internal
- Melakukan audit internal untuk memastikan kepatuhan terhadap standar.
- Perlu pengetahuan tentang persyaratan dan prosedur audit ISO 28000:2007.
- Eksekutif Senior (C-Level Executives)
- Seperti CEO, COO, dan CFO yang bertanggung jawab atas strategi dan kebijakan perusahaan.
- Harus memahami pentingnya standar SCM untuk keputusan strategis dan investasi.
- Tim IT dan Keamanan Siber
- Mengelola infrastruktur teknologi informasi dan keamanan siber dalam rantai pasokan.
- Perlu mengetahui bagaimana standar ISO 28000:2007 mengintegrasikan keamanan siber.
Jadwal Training Tahun 2024
Jadwal Training ini masih bersifat Almost Running. Untuk kepastian jadwal pelatihan silahkan Anda menghubungi marketing training kami. Mohon untuk tidak memesan tiket dan juga akomodasi hotel terlebih dahulu sebelum ada kepastian jadwal dari tim kami. Kesalahan pemesanan tiket transportasi dan akomodasi training bukan menjadi tanggung jawab kami.
- Batch 1 : 10 – 12 Januari 2024
- Batch 2 : 7 – 9 Februari 2024
- Batch 3 : 6 – 8 Maret 2024
- Batch 4 : 4 – 6 April 2024
- Batch 5 : 2 – 4 Mei 2024
- Batch 6 : 13 – 15 Juni 2024
- Batch 7 : 4 – 6 Juli 2024
- Batch 8 : 14 – 16 Agustus 2024
- Batch 9 : 12 – 14 September 2024
- Batch 10 : 10 – 12 Oktober 2024
- Batch 11 : 7 – 9 November 2024
- Batch 12 : 5 – 7 Desember 2024
Investasi dan Lokasi pelatihan:
Training dan Pelatihan Sistem Manajemen Keamanan Surabaya diselenggarakan di beberapa kota kota besar di Indonesia seperti Kota Yogyakarta (Hotel Ibis Malioboro dan Neo Tugu), Kota Surabaya (Hotel Ibis Center Surabaya dan Hotel Neo Surabaya), Kota Malang (Hotel Amaris Malang dan Hotel Neo Kota Malang), Kota DKI Jakarta (Hotel Amaris Kemang dan Hotel Neo Thamrin Jakarta), Kota Bandung (Pelaksanaan training diadakan di hotel Neo Dipatiukur dan Amaris Setiabudi), Provinsi Bali dilaksanakan di Hotel Ibis Kuta Bali dan Ibis Denpasar. Selain itu pelaksanaan juga diselenggarakan di kota-kota lain seperti Lombok, Palembang, Lampung, Batam, dan Juga Training di Kalimantan
Kisaran Investasi Training Sistem Manajemen Keamanan Bali Rp 6.500.000,- an (**syarat dan ketentuan berlaku**)
Harga setiap kota akan berbeda serta semakin banyak peserta dalam 1 instansi yang sama pun, akan lebih murah. Untuk informasi lebih lanjut hubungi kami segera.
Catatan : Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
Hubungi tim marketing kami melalui WhatsApp berikut ini :
+62812-1115-1138
