TRAINING SAFETY MANAGEMENT SYSTEM
- May 11, 2024
- Paring Sarwono
- Administrasi, General Affairs, HSE, Human Resource, Industri, Management, Sertifikasi
- No Comments
PELATIHAN SAFETY MANAGEMENT SYSTEM
PENGERTIAN SAFETY MANAGEMENT SYSTEM
Safety Management System (SMS) adalah suatu pendekatan terstruktur yang digunakan oleh organisasi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko terkait keselamatan dalam aktivitas operasional mereka. Pengertian ini mencakup proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan penilaian kinerja keselamatan. Keberhasilan SMS terletak pada keterlibatan seluruh anggota organisasi, mulai dari manajemen hingga pekerja lapangan. Pentingnya mengikuti SMS terletak pada upaya mencegah kecelakaan dan cedera, melibatkan semua pihak dalam upaya keselamatan, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan. Dengan menerapkan SMS, organisasi dapat meningkatkan efisiensi operasional, reputasi perusahaan, dan keamanan bagi karyawan serta masyarakat umum. Keselamatan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi merupakan komitmen kolektif untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan.

TUJUAN DAN MANFAAT SAFETY MANAGEMENT SYSTEM
Tujuan Mengikuti Safety Management System (SMS):
- Mencegah Kecelakaan: Menjamin keamanan karyawan dan lingkungan kerja dengan mengidentifikasi dan mengurangi risiko kecelakaan.
- Kepatuhan Hukum: Memastikan bahwa organisasi mematuhi peraturan dan standar keselamatan yang berlaku untuk menghindari konsekuensi hukum.
- Perbaikan Kinerja Keselamatan: Mengukur dan meningkatkan kinerja keselamatan melalui pemantauan, evaluasi, dan tindakan perbaikan berkelanjutan.
- Pengurangan Cidera dan Penyakit Kerja: Menekan angka cidera dan penyakit yang dapat terjadi akibat kondisi kerja yang tidak aman.
- Proteksi Reputasi Perusahaan: Membangun citra positif di mata karyawan, pelanggan, dan masyarakat dengan menunjukkan komitmen terhadap keselamatan.
Manfaat Mengikuti Safety Management System (SMS):
- Keamanan Karyawan: Menjaga kesejahteraan fisik dan mental karyawan dengan menciptakan lingkungan kerja yang aman.
- Efisiensi Operasional: Mengurangi downtime dan biaya yang terkait dengan kecelakaan atau gangguan operasional akibat faktor keselamatan.
- Ketertiban dan Keteraturan: Membangun budaya kerja yang teratur dan tertib, meningkatkan produktivitas dan kedisiplinan karyawan.
- Peningkatan Produktivitas: Dengan menciptakan kondisi kerja yang aman, karyawan merasa lebih nyaman dan fokus pada tugas mereka, meningkatkan produktivitas.
- Kepuasan Pelanggan: Menjaga kepercayaan pelanggan dengan menunjukkan tanggung jawab terhadap keselamatan dalam penyediaan produk atau layanan.
- Keberlanjutan Bisnis: Mengurangi risiko finansial dan hukum yang dapat mengancam kelangsungan bisnis organisasi.
- Peningkatan Inovasi: Mendorong inovasi dengan menciptakan lingkungan di mana ide-ide baru dapat berkembang tanpa mengorbankan keselamatan.
- Peningkatan Moral Karyawan: Meningkatkan kepuasan dan moral karyawan dengan memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan mereka.
- Penghematan Biaya Jangka Panjang: Mengurangi biaya perawatan medis, klaim asuransi, dan biaya hukum yang terkait dengan kecelakaan.
- Tanggung Jawab Sosial: Menunjukkan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya melalui komitmen terhadap keselamatan.
MATERI SAFETY MANAGEMENT SYSTEM
- I. Pendahuluan
- A. Pengertian Safety Management System (SMS)
- 1. Definisi dan Konsep Dasar
- 2. Tujuan dan Ruang Lingkup
- B. Peran dan Tanggung Jawab Pemangku Kepentingan
- 1. Manajemen
- 2. Karyawan
- 3. Pemerintah dan Regulator
- II. Dasar Hukum dan Regulasi
- A. Landasan Hukum Keselamatan Kerja
- B. Peraturan dan Standar Keselamatan yang Berlaku
- C. Kepatuhan dan Konsekuensi Hukum
- III. Struktur Safety Management System
- A. Kebutuhan Dasar
- B. Kebijakan Keselamatan
- C. Perencanaan Keselamatan
- D. Implementasi dan Operasionalisasi
- E. Pemantauan dan Evaluasi
- IV. Identifikasi Risiko dan Analisis Keselamatan
- A. Metode Identifikasi Risiko
- 1. Hazard Identification
- 2. Risk Assessment
- B. Pengelolaan Risiko
- 1. Pengurangan Risiko
- 2. Pengendalian dan Mitigasi
- V. Pelibatan Karyawan dalam Keselamatan
- A. Budaya Keselamatan
- B. Pelatihan Keselamatan
- C. Komunikasi Keselamatan
- D. Partisipasi Karyawan dalam Program Keselamatan
- VI. Pengukuran dan Pelaporan Kinerja Keselamatan
- A. Indikator Kinerja Keselamatan
- B. Monitoring dan Evaluasi
- C. Pelaporan Kejadian dan Pembelajaran dari Kecelakaan
- VII. Perbaikan Berkelanjutan
- A. Tindakan Perbaikan dan Pencegahan
- B. Audit dan Review Periodik
- C. Implementasi Perbaikan Berkelanjutan
- VIII. Studi Kasus dan Best Practices
- A. Analisis Kasus Kejadian Keselamatan
- B. Studi Best Practices dalam Safety Management System
- IX. Pertemuan dan Diskusi Interaktif
- A. Diskusi Kelompok
- B. Pertanyaan dan Jawaban
- C. Pengalaman Lapangan
- X. Evaluasi Akhir dan Sertifikat
- A. Ujian Akhir
- B. Penilaian Partisipasi dan Diskusi
- C. Pemberian Sertifikat Keselamatan Management System
PESERTA PELATIHAN SAFETY MANAGEMENT SYSTEM
- Manajer Keselamatan dan Kesehatan Kerja:
- Bertanggung jawab merancang dan mengimplementasikan kebijakan keselamatan.
- Memastikan keselamatan di tempat kerja sesuai dengan regulasi yang berlaku.
- Manajer Operasional:
- Memastikan implementasi praktik keselamatan dalam proses operasional sehari-hari.
- Mengelola risiko yang mungkin terjadi selama operasi.
- Karyawan dan Pekerja Lapangan:
- Meningkatkan kesadaran akan risiko dan praktik keselamatan di tempat kerja.
- Melibatkan diri dalam program keselamatan dan melaporkan potensi bahaya.
- Staf Keamanan:
- Memahami aspek teknis dan taktis dari keamanan di tempat kerja.
- Melakukan pemantauan dan inspeksi keselamatan secara rutin.
- Pemimpin Tim Proyek:
- Menanggung tanggung jawab keselamatan di lokasi proyek.
- Mengawasi penerapan prosedur keselamatan selama pelaksanaan proyek.
- Pemimpin Departemen Sumber Daya Manusia:
- Memastikan bahwa kebijakan keselamatan mencakup aspek SDM dan pelatihan karyawan.
- Menanggapi dan menangani insiden terkait kesejahteraan karyawan.
- Konsultan Keselamatan:
- Memberikan wawasan ahli tentang praktik keselamatan terkini.
- Memberikan rekomendasi untuk meningkatkan sistem keselamatan.
- Auditor Keselamatan:
- Bertanggung jawab untuk melakukan audit dan penilaian keselamatan secara berkala.
- Memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan peraturan yang berlaku.
- Pekerja Kontrak dan Vendor:
- Memahami dan mengikuti kebijakan keselamatan yang ditetapkan oleh organisasi pemberi kerja.
- Berpartisipasi dalam program pelatihan keselamatan.
- Pemilik Bisnis dan Pengusaha:
- Mengetahui tanggung jawab mereka terhadap keselamatan karyawan dan operasional bisnis.
- Berkontribusi pada pengembangan kebijakan keselamatan yang efektif.
Jadwal Training Tahun 2025
Jadwal Training ini masih bersifat Almost Running. Untuk kepastian jadwal pelatihan silahkan Anda menghubungi marketing training kami. Mohon untuk tidak memesan tiket dan juga akomodasi hotel terlebih dahulu sebelum ada kepastian jadwal dari tim kami. Kesalahan pemesanan tiket transportasi dan akomodasi training bukan menjadi tanggung jawab kami.
Januari : 16 – 17 Januari 2025
Februari : 13 – 14 Februari 2025
Maret : 5 – 6 Maret 2025
April : 24 – 25 April 2025
Mei : 21 – 22 Mei 2025
Juni : 11 – 12 Juni 2025
Juli : 16 – 17 Juli 2025
Agustus : 20 – 21 Agustus 2025
September : 17 – 18 September 2025
Oktober : 8 – 9 Oktober 2025
November : 12 – 13 November 2025
Desember : 17 – 18 Desember 2025
Investasi dan Lokasi pelatihan:
Training dan Pelatihan Komunikasi Keselamatan Surabaya diselenggarakan di beberapa kota kota besar di Indonesia seperti Kota Yogyakarta (Hotel Ibis Malioboro dan Neo Tugu), Kota Surabaya (Hotel Ibis Center Surabaya dan Hotel Neo Surabaya), Kota Malang (Hotel Amaris Malang dan Hotel Neo Kota Malang), Kota DKI Jakarta (Hotel Amaris Kemang dan Hotel Neo Thamrin Jakarta), Kota Bandung (Pelaksanaan training diadakan di hotel Neo Dipatiukur dan Amaris Setiabudi), Provinsi Bali dilaksanakan di Hotel Ibis Kuta Bali dan Ibis Denpasar. Selain itu pelaksanaan juga diselenggarakan di kota-kota lain seperti Lombok, Palembang, Lampung, Batam, dan Juga Training di Kalimantan
Kisaran Investasi Training Komunikasi Keselamatan Bali Rp 6.500.000,- an (**syarat dan ketentuan berlaku**)
Harga setiap kota akan berbeda serta semakin banyak peserta dalam 1 instansi yang sama pun, akan lebih murah. Untuk informasi lebih lanjut hubungi kami segera.
Catatan : Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
Hubungi tim marketing kami melalui WhatsApp berikut ini :
+62812-1115-1138
You might also like:-
