TRAINING INDUSTRIAL RELATION
- April 26, 2024
- Paring Sarwono
- Arbitrase, Cyber, General Affairs, Hukum, Human Resource, Industri, Komunikasi, Management, Psikologis, Public Relation
- No Comments
PELATIHAN INDUSTRIAL RELATION
PENGERTIAN INDUSTRIAL RELATION
Industrial relation (IR) merujuk pada hubungan antara pekerja, serikat buruh, manajemen, dan pemerintah dalam konteks lingkungan kerja. Ini mencakup berbagai aspek, mulai dari negosiasi kontrak kerja hingga penyelesaian sengketa. Pentingnya mengikuti industrial relation terletak pada kemampuan untuk membangun hubungan yang harmonis antara pekerja dan pengusaha, serta mempromosikan lingkungan kerja yang stabil dan produktif.
Partisipasi dalam industrial relation memungkinkan pekerja untuk memperoleh kepastian kerja, hak-hak yang adil, dan perlindungan terhadap eksploitasi. Serikat buruh memainkan peran penting dalam memperjuangkan kepentingan pekerja, seperti upah yang layak, kondisi kerja yang aman, dan jaminan sosial. Di sisi lain, manajemen berusaha untuk menciptakan lingkungan kerja yang efisien dan berkelanjutan, yang mencakup menciptakan kebijakan yang adil dan memelihara produktivitas.
Partisipasi dalam industrial relation juga membantu mencegah konflik antara pekerja dan manajemen. Dengan memfasilitasi dialog terbuka dan konstruktif, sengketa dapat diselesaikan dengan damai dan adil. Ini mencegah gangguan produksi dan mengurangi risiko ketegangan antara pihak-pihak yang terlibat.
Selain itu, industrial relation juga penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan dunia kerja. Pemerintah memiliki peran dalam menetapkan kebijakan ketenagakerjaan yang adil dan menegakkan hukum untuk melindungi hak-hak pekerja. Dengan demikian, partisipasi dalam industrial relation merupakan langkah menuju pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Secara keseluruhan, mengikuti industrial relation adalah kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang seimbang, adil, dan produktif bagi semua pihak yang terlibat. Dengan memahami pentingnya kerjasama dan dialog antara pekerja, serikat buruh, manajemen, dan pemerintah, kita dapat membangun fondasi yang kuat untuk perkembangan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

TUJUAN DAN MANFAAT INDUSTRIAL RELATION
Tujuan:
- Meningkatkan hubungan antara pekerja dan manajemen.
- Memastikan hak-hak pekerja dilindungi dan dihormati.
- Mendorong negosiasi yang adil terkait upah, jam kerja, dan kondisi kerja.
- Menyediakan mekanisme penyelesaian sengketa yang efektif.
- Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja.
- Membangun lingkungan kerja yang aman dan sehat.
- Menyediakan kepastian kerja bagi pekerja.
- Memfasilitasi komunikasi terbuka dan transparan antara pihak-pihak yang terlibat.
- Memastikan kepatuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.
- Mempromosikan perdamaian industri dan stabilitas ekonomi.
Manfaat:
- Terjaganya hubungan yang harmonis antara pekerja dan manajemen.
- Peningkatan kepuasan kerja dan motivasi pekerja.
- Mencegah konflik dan pemogokan yang merugikan produksi.
- Mengurangi risiko tuntutan hukum terkait ketenagakerjaan.
- Membangun reputasi perusahaan sebagai tempat kerja yang baik.
- Meningkatkan loyalitas dan retensi tenaga kerja.
- Memperbaiki citra perusahaan di mata masyarakat.
- Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
- Memberikan ruang bagi inovasi dan pengembangan dalam organisasi.
- Menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan beragam.
MATERI INDUSTRIAL RELATION
- I. Pengenalan Industrial Relation
- A. Definisi dan ruang lingkup Industrial Relation
- B. Sejarah dan perkembangan Industrial Relation
- C. Peran dan tanggung jawab dalam Industrial Relation
- II. Teori-teori Industrial Relation
- A. Teori konflik sosial
- B. Teori negosiasi dan mediasi
- C. Teori hubungan buruh dan manajemen
- D. Teori struktural fungsional
- III. Hubungan Antara Buruh dan Manajemen
- A. Struktur organisasi dan kekuasaan
- B. Peran serikat buruh
- C. Peran manajemen dalam hubungan industri
- IV. Proses Ketenagakerjaan
- A. Perekrutan dan seleksi
- B. Penempatan dan pelatihan
- C. Pengembangan karir
- D. Evaluasi kinerja dan kompensasi
- V. Sengketa Ketenagakerjaan dan Penyelesaiannya
- A. Jenis-jenis sengketa ketenagakerjaan
- B. Prosedur penyelesaian sengketa
- C. Peran pemerintah dalam penyelesaian sengketa
- VI. Regulasi Ketenagakerjaan
- A. Undang-undang ketenagakerjaan
- B. Peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama
- C. Standar keamanan dan kesehatan kerja
- VII. Isu-isu Kontemporer dalam Industrial Relation
- A. Globalisasi dan dampaknya terhadap tenaga kerja
- B. Teknologi dan perubahan dalam dunia kerja
- C. Keseimbangan kehidupan kerja dan kehidupan pribadi
- D. Kesetaraan gender dan diversitas di tempat kerja
- VIII. Studi Kasus dan Diskusi
- A. Analisis kasus-kasus nyata dalam hubungan buruh dan manajemen
- B. Diskusi tentang peran serikat buruh dalam konteks spesifik
- IX. Praktik dan Keterampilan dalam Industrial Relation
- A. Teknik negosiasi
- B. Keterampilan komunikasi efektif
- C. Manajemen konflik
- D. Penyusunan perjanjian kerja bersama
- X. Evaluasi dan Penilaian
- A. Ujian tengah semester
- B. Tugas individu dan kelompok
- C. Presentasi proyek
- D. Ujian akhir semester
PESERTA PELATIHAN INDUSTRIAL RELATION
- Manajer SDM dan Personalia: Mereka bertanggung jawab atas kebijakan ketenagakerjaan perusahaan dan memerlukan pemahaman mendalam tentang industrial relation untuk mengelola hubungan antara pekerja dan manajemen.
- Anggota Serikat Buruh: Mereka perlu memahami hak-hak mereka serta cara efektif dalam bernegosiasi dengan manajemen untuk meningkatkan kondisi kerja dan upah.
- Manajer Operasional: Mereka membutuhkan pemahaman tentang industrial relation untuk menjaga produktivitas dan keseimbangan kerja di tempat kerja.
- Karyawan: Karyawan perlu mengetahui hak-hak mereka dalam lingkungan kerja, serta cara untuk menyelesaikan sengketa atau masalah yang muncul.
- Pemilik dan Pengusaha Kecil: Mereka sering kali tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk memiliki departemen SDM yang besar, oleh karena itu mereka perlu memahami prinsip-prinsip dasar industrial relation untuk mengelola tenaga kerja dengan efektif.
- Tenaga Kerja Kontrak: Mereka memerlukan pemahaman tentang hak-hak mereka, hubungan kerja, dan cara untuk melindungi diri mereka sendiri dalam hubungan kerja.
- Konsultan SDM: Mereka perlu memiliki pemahaman mendalam tentang industrial relation untuk memberikan saran kepada klien mereka tentang kebijakan ketenagakerjaan dan hubungan buruh-manajemen.
- Pemerintah dan Penegak Hukum: Mereka memerlukan pemahaman tentang regulasi ketenagakerjaan dan cara menyelesaikan sengketa antara pekerja dan pengusaha secara adil dan efektif.
- Mahasiswa dan Pendidik: Mereka perlu memahami konsep-konsep dasar industrial relation untuk mempersiapkan diri mereka untuk karir dalam manajemen sumber daya manusia atau bidang terkait.
Jadwal Training Tahun 2025
Jadwal Training ini masih bersifat Almost Running. Untuk kepastian jadwal pelatihan silahkan Anda menghubungi marketing training kami. Mohon untuk tidak memesan tiket dan juga akomodasi hotel terlebih dahulu sebelum ada kepastian jadwal dari tim kami. Kesalahan pemesanan tiket transportasi dan akomodasi training bukan menjadi tanggung jawab kami.
Januari : 16 – 17 Januari 2025
Februari : 13 – 14 Februari 2025
Maret : 5 – 6 Maret 2025
April : 24 – 25 April 2025
Mei : 21 – 22 Mei 2025
Juni : 11 – 12 Juni 2025
Juli : 16 – 17 Juli 2025
Agustus : 20 – 21 Agustus 2025
September : 17 – 18 September 2025
Oktober : 8 – 9 Oktober 2025
November : 12 – 13 November 2025
Desember : 17 – 18 Desember 2025
Investasi dan Lokasi pelatihan:
Training dan Pelatihan Industrial Relation Surabaya diselenggarakan di beberapa kota kota besar di Indonesia seperti Kota Yogyakarta (Hotel Ibis Malioboro dan Neo Tugu), Kota Surabaya (Hotel Ibis Center Surabaya dan Hotel Neo Surabaya), Kota Malang (Hotel Amaris Malang dan Hotel Neo Kota Malang), Kota DKI Jakarta (Hotel Amaris Kemang dan Hotel Neo Thamrin Jakarta), Kota Bandung (Pelaksanaan training diadakan di hotel Neo Dipatiukur dan Amaris Setiabudi), Provinsi Bali dilaksanakan di Hotel Ibis Kuta Bali dan Ibis Denpasar. Selain itu pelaksanaan juga diselenggarakan di kota-kota lain seperti Lombok, Palembang, Lampung, Batam, dan Juga Training di Kalimantan
Kisaran Investasi Training Industrial Relation Bali Rp 6.500.000,- an (**syarat dan ketentuan berlaku**)
Harga setiap kota akan berbeda serta semakin banyak peserta dalam 1 instansi yang sama pun, akan lebih murah. Untuk informasi lebih lanjut hubungi kami segera.
Catatan : Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
Hubungi tim marketing kami melalui WhatsApp berikut ini :
+62812-1115-1138
